Address
Jl. Kirai II. No. 23, Kp. Tengah, Kec. Kramat Djati, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13510
Phone
081285600493
Email
whomearchitecture@gmail.com

Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran Dan Acian

Diterbitkan Selasa, 21 Mei 2024

Pekerjaan plesteran merupakan pekerjaan melapisi permukaan dinding/ tembok, lantai dengan adukan. Adukan adalah campuran antara PC (Portlan cemenr), pasir, air serta campuran pendukung lainnya. Plesteran bertujuan untuk menghaluskan permukaan suatu bidang yang kasar agar tampak indah dan rapih. Dalam pelaksanaan nya kegiatan plesteran  yang sering kita jumpai adalah plesteran untuk kegiatan arsitektur/ pelesteran dinding/lantai. Untuk didinding dan lantai biasanya memiliki permukaan dari bahan material seperti : batu bata, batako, celcon/hebel. Disamping itu ada juga pelesteran untuk passangan batu kali, ini biasanya untuk diding penahan tanah.

Gambar 1.1 Pekerjaan plesteran dinding untuk dinding celcon/hebel

Dalam pelaksaaan nya selain untuk keindahan ada beberapa fungsi plesteran pada bangunan:

Plesteran kedap air yaitu untuk plesteran pada area yang sering bersentuhan dengan daerah lembab atau banyak air seperti : dinding kamar mandi, lantai, dak beton. Plesteran kedap air harus meperhatikan campurannya untuk menghindari kebocoran pada suatu bidang yang dtelah diplester setelah pekerjaan selesai. Apabila terjadi terjadi kebocoran setelah pekerjaan selesai harus diperbaiki kembali dengan cara membongkar pelesteran yang lama/ bias dengan menambal tetapi plateran akan menjadi tebal dari bentuk yang direncanakan.

Plesteran non kedap air yaitu pelesteran biasa yang umunya tidak berhubungan langsung dengan air, seperti plesteran dinding ruangan, pagar rumah, dan bangunan lainnya khususnya untuk plesteran bangunan bagian luar.

Adukan plesteran harus disesuaikan dengan ketebalan plesteran yang akan dipasanga. Umumnya standar tebal plesteran ini berkisar antara 2 cm – 2,5 cm. plesteran ini untuk dinding rumah biasa atau lantai yang berfungsi untuk keindahan agar rumah terlihat lebih rapi seperti gambar berikut ini:


                                                                           1.2 Pelesteran dinding pagar tebal 2 cm

Namun ada juga pekerjaan yang memasang plesteran hingga 5 cm, untuk ketebalan ini harus menggunakan metode pemasangan yang berbeda dengan pemasangan biasa. Untuk plesteran dengan ketebalan diatas rata-rata metode pemasangannya terlebih dahulu dipsang pelsteran setengahnya (2,5 m) terlebih dahulu kemudian di pasang kawat ayam selanjutnya di plester lagi  dengan ketebalan sisa sampai mencapai ketebalan 5 cm seperti pada gambar di bawah ini.


                                                                                                   1.3 Pelestera tebal 5 cm dengan kawat

Untuk perawatan pleteran bisanya dinding yang sudah diplester mulai mengering disiram dengan air air agar plesteran mengering secara perlahan dan serentak sehingga dinding tidak mengalami keretan dan kerusakan lainnya akibat panas dari PC yang sangat tinggi. Setelah plesteran sudah kering dan kuat maka pekerjaan selanjutnya adalah acian.Acian merupakan pekerjaan untuk menghaluskan permukaan plesteran dengan bahan dasar semen dan air. Bahan adukan kemudian di ditempelkan pada dinding acian dengan menggunakan cetok/sendok semen kemudian diaratakan sesaui dengan ketebalan yang direncanakan.

Berdasarkan penjelasan diatas yang dapat diambil kesimpulannya adalah bahwa pemasangan pelesteran di pasang pada permukaan dinding/lantai yang memiliki permukaan kasar, dengan bahan adukan dasar yaitu, semen, air dan pasir sesuai dengan ukuran/takaran yang sudah ditentukan biasanya digunakan perbandingan semen dan pasir 1 :3 , 1:4 dan 1:5 sesuai dengan peruntukannya. Pelesteran memiliki ketebalan rata-rata antara 2 – 2,5 cm namun bisa lebih dari itu tergantung dengan kondisi dan tempat peleteran di pasang.

 

Oleh :
Diyo Atmatri Putra, Udan Sumarsono

Referensi :

Kementerian PUPR (2013).”Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Konstruksi, Sub Sektor Sipil Jabatan Kerja Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung (Melaksanakan Pekerjaan Arsitektur)”. Badan Pembina Konstruksi. Pusat Pembina Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi.